Go to Top

Manajemen Supplier

 

 

Persaingan bisnis retail minimarket  yang ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan retail minimarket supermatket  untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya. Jika dilihat secara mendalam, inti dari persaingan perusahaan retail terletak pada bagaimana sebuah perusahaan retail mengimplementasikan proses penjualan produk atau jasa secara lebih murah, lebih baik dan lebih cepat (cheaper, better, faster) dibandingkan dengan kompetitornya. Namun, banyak perusahaan yang sudah tidak mungkin lagi menerapkan dan mengimplementasikan resource-nya, sehingga salah satu caranya adalah dengan membuat strategi manajemen supplier.

Bagaimana Mengelola Kinerja Supplier secara Efektif demi Menghemat Biaya, Menghindari Resiko, Meningkatkan Operasi dan Berkembang di Lingkungan Bisnis Masa Kini

Manajemen Supplier

Definisi Manajemen Supplier

Manajemen Supplier adalah Suatu kegiatan untuk pengaturan data terkait supplier. Siapakah supplier yang dimaksud? secara sederhana, supplier adalah penerima dana atau penerima pembayaran dari transaksi pembelian. Data supplier terdiri dari beberapa jenis, baik data satker sebagai supplier, pengguna dana sebagai supplier, lender sebagai supplier maupun pegawai sebagai supplier. Pengolahan data tersebut supplier tersebut digunakan sebagai arah tujuan pembayaran, meningkatkan validitas data supplier, evaluasi kinerja supplier, rekonsiliasi dengan data pelanggan (customer) maupun dalam rangka memenuhi kebutuhan laporan manajerial terkait supplier.

Pentingnya Data Supplier

Bagian Keuangan  tidak dapat melakukan pembayaran tanpa adanya invoice, sedangkan invoice/faktur atau PO tidak akan bisa diproses tanpa adanya data supplier. Supplier merupakan elemen data yang sangat penting dalam proses pencairan dana terkait proses transaksi pembelian. Bahkan keberadaan data supplier menjadi bagian yang harus dipenuhi dalam proses pencairan dana terkait transaksi pembelian

Manfaat penerapan menejemen supplier

 1. Merancang hubungan yang tepat dengan supplier

Hubungan dengan supplier bisa bersifat kemitraan jangka panjang maupun hubungan transaksional jangka pendek. Dengan mengadakan kerjasama dengan supplier (supplier partnership) dan  juga mengembangkan strategic alliance dapat menjamin lancarnya  pergerakan barang

2. Memilih supplier.

Kegiatan memilih supplier Bertujuan untuk mendapatkan harga yang paling murah,menghemat biaya,mengurangi resiko, mengurangi  ketidakseragaman, biaya-biaya negosiasi, dan pelacakan (tracking).

3. Memelihara data item yang dibutuhkan dan data supplier.

Bagian pengadaan harus memiliki data lengkap tentang item-item yang dibutuhkan maupun data tentang supplier-supplier mereka. Beberapa data supplier yang penting untuk dimiliki adalah nama dan alamat masing-masing supplier, item apa yang mereka pasok, harga per unit, lead time pengiriman, kinerja masa lalu,serta kualifikasi supplier termasuk juga kualifikasi seperti ISO.

 4. Mengevaluasi kinerja supplier.

Hasil penilaian ini digunakan sebagai masukan bagi supplier untuk meningkatkan kinerja mereka. Kriteria yang digunakan untuk menilai supplier seharusnya mencerminkan strategi supply chain dan jenis barang yang dibeli.

5. Mengurangi inventory barang.

Bertujuan untuk menekan penimbunan barang di gudang agar biaya dapat diminimalkan

6. Menjamin kelancaran penyediaan barang.

Kelancaran barang yang perlu dijamin adalah mulai dari barang asal (pabrik pembuat), supplier, perusahaan sendiri, whosaler, retailer, sampai kepada konsumen akhir.

Perkembangan menejemen supplier  tidak bisa dilepaskan dari  teknologi informasi yang melahirkan  software  minimarket  yang dapat mengatur dan menganalisa kinerja supplier. Sehingga perusahaan dapat menerapkan menejemen   Supply chain  secara tepat .

 

Harga Paket